Minggu, 18 Maret 2012

KUNJUNGAN KE PABRIK TAHU




SEKOLAH KRISTEN MUTIARA KASIH MENGADAKAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
1. Latar Belakang
          Untuk  meningkatkan wawasan dan pemahaman peserta didik terhadap produksi tahu maka sekolah Kristen Mutiara Kasih mengadakan pengembangan Kurikulum dengan melakukan kunjungan ke Pengolahan tahu di kawasan Kenjeran Surabaya. Dan alasan kunjungan ke daerah itu karena lokasi pengelohan tahu dengan lokasi sekolah cukup dekat.
            Tahu merupakan makanan khas yang sangat  digemari dikalangan masyarakat, baik masyarakat kalangan bawah hingga atas. Tahu adalah makanan yang sehat, bergizi dan harganya cukup murah. umumnya industri tahu, termasuk ke dalam industri kecil yang dikelola oleh rakyat ( Home Industri)
           Proses pembuatan tahu masih sangat tradisional dan banyak memakai tenaga manusia. Bahan baku utama yang digunakan adalah kedelai (Glycine spp). Konsumsi kedelai Indonesia pada Tahun 1995 telah mencapai 2.287.317 Ton (Sri Utami, 1997). Sarwono (1989) menyatakan bahwa lebih dari separuh konsumsi kedelai Indonesia dipergunakan untuk diolah menjadi tahu. Shurtleff dan Aoyagi (1979) memperkirakan jumlah pengusaha tahu di Indonesia sekitar 10.000 buah, yang sebagian besar masih berskala rumah tangga, dan terutama terpusat di Pulau Jawa, sebagai bandingan di Jepang sekitar 38 000 buah, di Korea 1 470 buah, Taiwan 2 500 buah dan Cina 158 000 buah.
2. Tujuan kegiatan ini :
   1.Membangun dan mengembangkan kesadaran perserta didik terhadap enterpreneur
   2.Untuk melihat dari dekat bagaimana acara proses pembuatan Tahu Pong
   3.Untuk memberikan inspirasi baru bagi peserta didik untuk dapat mengilhami mereka untuk bisa berfikir maju.
3. Proses Pembuatan Tahu
           Tahu merupakan makanan yang terbuat dari bahan baku kedelai, dan prosesnya masih sederhana dan terbatas pada skala rumah tangga. Suryanto (dalam Hartaty, 1994) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan tahu adalah makanan padat yang dicetak dari sari kedelai (Glycine spp) dengan proses pengendapan protein pada titik isoelektriknya, tanpa atau dengan penambahan zat lain yang diizinkan.
           Pembuatan tahu pada prinsipnya dibuat dengan mengekstrak protein, kemudian mengumpulkannya, sehingga terbentuk padatan protein. Cara penggumpalan susu kedelai umumnya dilakukan dengan cara penambahan bahan penggumpal berupa asam. Bahan penggumpal yang biasa digunakan adalah asam cuka (CH3COOH), batu tahu (CaSO4nH 2O) dan larutan bibit tahu (larutan perasan tahu yang telah diendapkan satu malam).
Secara umum tahapan proses pembuatan tahu adalah sebagai berikut :
  • Kedelai yang telah dipilih dibersihkan dan disortasi. Pembersihan dilakukan dengan ditampi atau menggunakan alat pembersih.
  • Perendaman dalam air bersih agar kedelai dapat mengembang dan cukup lunak untuk digiling. Lama perendaman berkisar 4 - 10 jam.
  • Pencucian dengan air bersih. Jumlah air yang digunakan tergantung pada besarnya atau jumlah kedelai yang digunakan.
  • Penggilingan kedelai menjadi bubur kedelai dengan mesin giling. Untuk memperlancar penggilingan perlu ditambahkan air dengan jumlah yang sebanding dengan jumlah kedelai.
  • Pemasakan kedelai dilakukan di atas tungku dan dididihkan selama 5 menit. Selama pemasakan ini dijaga agar tidak berbuih, dengan cara menambahkan air dan diaduk.
  • Penyaringan bubur kedelai dilakukan dengan kain penyaring. Ampas yang diperoleh diperas dan dibilas dengan air hangat. Jumlah ampas basah kurang lebih 70% sampai 90% dari bobot kering kedelai.
  • Setelah itu dilakukan penggumpalan dengan menggunakan air asam, pada suhu 50oC, kemudian didiamkan sampai terbentuk gumpalan besar. Selanjutnya air di atas endapan dibuang dan sebagian digunakan untuk proses penggumpalan kembali.
  • Langkah terakhir adalah pengepresan dan pencetakan yang dilapisi dengan kain penyaring sampai padat. Setelah air tinggal sedikit, maka cetakan dibuka dan diangin-anginkan.
Diagram proses pembuatan tahu ditujukkan seperti pada gambar 1





 
Sumber : http://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/Limbahtt/limbahtt.html

1 komentar: